Membicarakan perkembangan teknologi khususnya IT kita akan menjumpai perkembangan pembelajaran elektronik, yakni E-Learning. Sistem pembelajaran elektronik atau E-pembelajaran (Inggris: Electronic learning disingkat E-learning) adalah cara baru dalam proses belajar mengajar. E-learning merupakan dasar dan konsekuensi logis dari perkembangan teknologi dan komunikasi. E-Learning sering
pula dipahami sebagai suatu bentuk pembelajaran berbasis web yang bisa
diakses dari intranet di jaringan lokal atau internet. Sebenarnya materi e-Learning tidak harus didistribusikan secara on-line baik melalui jaringan lokal maupun internet, distribusi secara off-line menggunakan
media CD/DVD pun termasuk pola e-Learning. Dalam hal ini aplikasi dan
materi belajar dikembangkan sesuai kebutuhan dan didistribusikan melalui
media CD/DVD, selanjutnya pembelajar dapat memanfatkan CD/DVD tersebut
dan belajar di tempat di mana dia berada.
E-learning
juga dapat mempersingkat jadwal target waktu pembelajaran, dan tentu
saja menghemat biaya yang harus dikeluarkan oleh sebuah progam studi
atau program pendidikan. E-learning sendiri mempunyai kelemahan dimana
faktor kehadiran pengajar otomatis menjadi berkurang atau bahkan tidak
ada. Hal ini disebabkan karena yang mengambil peran guru adalah komputer dan panduan-panduan elektronik yang dirancang oleh "contents writer", designer e-learning dan progam elektronik.
Namun dibalik kekurangan itu dengan adanya e-learning pengajar akan
lebih mudah melakukan pemutakhiran bahan-bahan belajar yang menjadi
tanggung jawabnya sesuai dengan tuntutan perkembangan keilmuan yang
mutakhir, mengembangkan diri atau melakukan penelitian guna meningkatkan
wawasannya, mengontrol kegiatan belajar peserta didik. Sebagaimana asal
kata dari e-learning yang terdiri dari e (elektronik) dan learning
(belajar), maka sistem ini mempunyai kelebihan dan kekurangan.
Pengembangan
software e-learning di Indonesia saat ini tampak semakin banyak
dilakukan baik oleh institusi-institusi pendidikan salah satunya di Universitas Muhhamdiyah Malng untuk kepentingan
intern proses belajar-mengajarnya, maupun oleh para vendor profesional
untuk kepentingan komersial. Di
bidang pendidikan semakin banyak perguruan tinggi negeri dan swasta di
Indonesia mulai mengembangkan dan mengimplementasikan e-learning untuk
melengkapi pola pembelajaran konvensional yang ada. Pengembangan pada
umumnya dilakukan dengan menjalin kerjasama dengan pihak ketiga sebagai
implementator, integrator dan penyedia layanan komunikasi. Untuk
kepentingan komersial, semakin banyak pengembang software di Indonesia
yang mengembangkan produk-produk software pembelajaran interaktif yang
dapat mendukung e-learning. Beberapa produk yang ada di pasaran
dikembangkan dengan konsep yang beragam. Beberapa produk dikembangkan
dengan mengacu pada kurikulum pendidikan formal yang berlaku sehingga
produk tersebut diharapkan dapat diterapkan dan dimanfaatkan di
institusi pendidikan formal mulai dari pendidikan dasar hingga
pendidikan tinggi. Pengembang lain memilih mengembangkan produk
pembelajaran dengan materi yang bersifat lebih umum.
Untuk masa mendatang, perkembangan e-learning di Indonesia diyakini akan semakin pesat. E-learning
akan semakin banyak diimplementasikan di universitas-universitas di
tanah air. Di sektor korporat, diawali dari perusahaan-perusahaan besar
PMA maupun PMDN akan mulai menerapkan kebijakan distance-learning atau
pembelajaran jarak jauh untuk pelatihan bagi para eksekutif dan
karyawannya, untuk memangkas biaya overhead pelatihan yang tinggi. Meningkatnya
kebutuhan implementasi dan resource e-learning, akan semakin menarik
dan mendorong pengembang-pengembang lokal untuk menekuni bidang ini.
Produk-produk software pendukung e-learning baik pengembangan content
maupun software pengelola e-learning (LMS) akan semakin bermunculan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar